
Pelatihan dan Sertifikasi Nasional untuk skema Pengukuran Mekanis tingkat Pemula dan tingkat Lanjut kembali diselenggarakan di Yayasan Matsushita Gobel, Jakarta Timur, pada Agustus 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 11–19 Agustus 2026 untuk tingkat Pemula yang dibagi menjadi tiga kelompok, serta dilanjutkan pada 20–21 Agustus 2026 untuk tingkat Lanjut.
Tahun ini, program tersebut diikuti oleh total 69 peserta, terdiri dari 58 peserta tingkat Pemula dan 11 peserta tingkat Lanjut. Jumlah peserta tingkat Pemula mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan kompetensi pengukuran mekanis yang menjadi salah satu keterampilan penting dalam industri manufaktur, khususnya mold & die.
Pada tingkat Pemula, peserta mengikuti pengujian yang terdiri dari tiga stasiun dengan jenis pengukuran yang berbeda. Setiap stasiun dirancang untuk menguji ketelitian, pemahaman teknik pengukuran, serta kemampuan peserta dalam menggunakan alat ukur sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.
Pada stasiun pertama, peserta diminta melakukan pengukuran test piece yang mencakup 16 titik pengukuran. Pengujian ini menuntut ketelitian dalam membaca hasil pengukuran dan memastikan setiap dimensi sesuai dengan prosedur yang ditentukan.
Selanjutnya, pada stasiun kedua, peserta melakukan pengukuran jarak ulir menggunakan metode three-wire. Metode ini digunakan untuk memperoleh hasil pengukuran ulir yang akurat dan membutuhkan pemahaman mengenai teknik penggunaan alat serta proses pengukuran yang tepat.
Sementara itu, pada stasiun ketiga, peserta melakukan pengukuran gauge block dengan tujuan menentukan besarnya penyimpangan alat ukur. Melalui pengujian ini, peserta dinilai berdasarkan kemampuannya dalam melakukan pengukuran secara cermat serta memahami pentingnya ketepatan alat ukur dalam menjaga kualitas hasil produksi.
Untuk tingkat Lanjut, pengujian dilaksanakan pada 20–21 Agustus 2026 dengan materi pengukuran yang lebih mendalam. Pada tingkat ini, terdapat penambahan satu stasiun pengujian, yaitu pengukuran jarak atau pitch gear.
Penambahan stasiun tersebut memberikan tantangan tambahan bagi peserta dalam mengukur karakteristik roda gigi secara presisi. Pengujian ini juga memperluas cakupan kompetensi yang harus dikuasai peserta, terutama dalam melakukan pengukuran komponen mekanis dengan karakteristik geometris yang lebih kompleks.
Dengan materi pengujian yang lebih beragam, peserta tingkat Lanjut diharapkan mampu menunjukkan penguasaan teknik pengukuran yang lebih baik serta menerapkannya dalam pekerjaan yang membutuhkan tingkat presisi tinggi.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme dan semangat dalam mengikuti rangkaian pelatihan serta uji sertifikasi. Kesungguhan tersebut terlihat dari partisipasi mereka dalam menjalani setiap tahapan pengujian yang menuntut ketelitian, konsentrasi, dan penguasaan teknik pengukuran.
Pelaksanaan uji sertifikasi kali ini juga disaksikan oleh perwakilan Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW) Jepang sebagai bagian dari pemantauan kegiatan sertifikasi.
Berdasarkan hasil uji sertifikasi, sebanyak 44 peserta tingkat Pemula dan seluruh 11 peserta tingkat Lanjut dinyatakan kompeten. Dengan demikian, total 55 dari 69 peserta dinyatakan kompeten, atau sekitar 79,7% dari keseluruhan peserta. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta yang dinyatakan kompeten telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam uji sertifikasi pada tingkat masing-masing.
Pelatihan dan Sertifikasi Nasional Pengukuran Mekanis merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia dalam melakukan pengukuran secara akurat dan konsisten. Kemampuan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengendalian kualitas, ketepatan dimensi, serta keandalan proses produksi di industri manufaktur.
Melalui penyelenggaraan program ini, IMDIA berharap semakin banyak tenaga kerja industri mold & die yang memiliki kompetensi terukur dan mampu menerapkan teknik pengukuran mekanis sesuai standar yang dibutuhkan di dunia industri.
IMDIA mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, instruktur, serta pihak Yayasan Matsushita Gobel yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. Semoga pelatihan dan sertifikasi ini terus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing industri mold & die di Indonesia.





