IMDIA Gelar Reverse Exhibition untuk Perkuat Koneksi Set Maker dan Supplier Lokal

Asosiasi IMDIA sukses menyelenggarakan Reverse Exhibition, sebuah konsep pameran bisnis yang dirancang untuk mempertemukan set maker dengan supplier lokal secara lebih terarah dan efektif.

Berbeda dengan pameran konvensional, Reverse Exhibition menempatkan set maker sebagai pihak yang memamerkan kebutuhan produksi, spesifikasi teknis, serta tantangan yang dihadapi, sementara para supplier hadir untuk menawarkan solusi, kapabilitas, dan peluang kolaborasi yang relevan. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya diskusi bisnis yang lebih fokus dan tepat sasaran.

Kegiatan ini menjadi platform strategis bagi set maker yang tengah mencari mitra supplier lokal yang kompeten, responsif, dan berdaya saing, sekaligus membuka peluang bagi supplier untuk memahami kebutuhan pasar secara langsung. Melalui sesi diskusi, presentasi kebutuhan, serta business matching, peserta dapat menjajaki potensi kerja sama jangka pendek maupun jangka panjang.

Ketua IMDIA dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Bapak Hanafi Kosasih menyampaikan bahwa Reverse Exhibition merupakan bagian dari komitmen IMDIA untuk mendorong penguatan rantai pasok nasional serta meningkatkan pemanfaatan produk dan jasa dalam negeri. Dengan mempertemukan kebutuhan dan solusi dalam satu forum, diharapkan tercipta kolaborasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya interaksi selama acara berlangsung. Baik set maker maupun supplier memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung, bertukar informasi teknis, serta menjajaki peluang bisnis yang konkret.

Acara ini juga tidak hanya menampilkan sisi pamerannya saja, melainkan terdapat pula seminar dan talk show yang diadakan sebelum acara pameran dibuka setiap harinya. Pada hari pertama, diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Direksi IMDIA, Jajaran Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Jetro dan para visitor serta exhibitor pameran.

Setelah pembukaan pameran, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi seminar dari beberapa instansi baik dari pemerintahan maupun dari industri. Seminar pertama disampaikan oleh Direktorat Akses Sumber Daya Industri dan Promo Internasional Kementerian Perindustrian (ASDIPI) terkait kebijakan ASDIPI dalam mempromosikan industri Indonesia di internasional salah satunya melalui event INNOPROM 2026. Kemudian seminar dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Direktorat Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian yang menjelaskan terkait Kebijakan Pemerintah dalam Meningkatkan Dukungan terhadap Industri Pendukung di Indonesia.

Pemaparan dari Kementerian Perindustrian dilanjut oleh perwakilan dari Kepala Pusat Peningkatan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang membahas terkait pembaharuan sistem TKDN di Indonesia. Sebelum acara pembukaan dan seminar selesai, dari IMDIA yang fokus dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Indonesia melalui PT. Prima Tigon Global menyampaikan presentasi mengenai kisah sukses kolaborasi antar anggota IMDIA dalam melakukan Cost Reduction di beberapa proses dalam produksi yang telah dilaksanakan di PT. Mekar Armada Jaya Plant Magelang.

Hari kedua Pameran dilanjut dengan seminar dan talkshow dari Jetro dan anggota IMDIA terkait smart industry. Seminar ini menghadirkan 4 tema yang berbeda dari berbagai bidang tidak hanya dari industri manufaktur. Sesi seminar pertama diisi oleh perwakilan dari Japan Premium Vegetable yang memaparkan materi mengenai industri pertanian modern di Jepang yang memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan buah dan sayur yang terbaik dan berkualitas premium.

Pada sesi kedua tampil dari salah satu perusahaan anggota IMDIA yang menjelaskan mengenai teknologi 3D Printing dengan menggunakan material metal yang merupakan teknologi baru dan dibutuhkan di industri manufaktur. Kemudian sesi berikutnya kembali dari pihak rekanan Jetro yaitu dari Asia Quest Business Consulting Indonesia yang mengambil materi terkait smart factory yang lebih menekankan pada bidang IT terkait Connected System dan Automation pada proses pekerjaan. Di sesi seminar terakhir hadir Somagede Indonesia dan DMG Mori Indonesia yang berkolaborasi dalam menyampaikan materi terkait produk terbaru yang bisa membuat proses permesinan dapat menjadi lebih efektif.

Ke depan, IMDIA berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program serupa sebagai wadah kolaborasi industri, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem manufaktur nasional yang kuat, terintegrasi, dan kompetitif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *