Anti Boros! Pemudik Mulai Ramai Pakai Mobil Listrik

(sumber: https://aruna9news.com/)

Selama beberapa tahun, mudik di Indonesia sering dikaitkan dengan kendaraan roda empat berbahan bensin dan diesel karena dianggap sebagai kendaraan yang aman untuk melakukan perjalanan jauh. Namun, saat ini anggapan itu mulai berubah karena pesatnya perkembangan teknologi di dunia yang mulai beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel ke kendaraan listrik serta diikuti dengan perkembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan yang semakin meluas terutama di sepanjang jalur mudik.

Dengan pergerakan pemudik yang diperkirakan mencapai 143.9 juta orang yang terbagi ke berbagai wilayah, kendaraan listrik makin menunjukkan perannya di Indonesia. Bukan hanya lagi terbatas sebagai kendaraan di perkotaan, Electric Vehicle (EV) kini dinilai layak untuk perjalanan jarak jauh karena biaya yang jauh lebih irit, teknologi fast charging yang semakin berkembang, dan infrastruktur pengisian daya yang semakin meluas.

Dari data yang di dapat dari PT PLN (Persero), penggunaan mobil listrik (EV) sebagai kendaraan mudik di Indonesia meningkat drastis sebagai kendaraan mudik di Indonesia, dengan lonjakan pengguna mencapai 60% pada libur Lebaran 2026 di bandingkan dengan libur Lebaran tahun sebelumnya, lonjakan ini terjadi karena didukung oleh peningkatan SPKLU sebanyak 4.791 SPKLU yang tersebar di 3.114 lokasi yang terkonsentrasi di wilayah Trans Jawa-Sumatera. Pada tahun 2026, tercatat 201.900 transaksi pengisian daya dengan total konsumsi listrik sebesar 4.764.656 kWh. Jika dikonversikan ke penggunaan bahan bakar jumlah tersebut setara dengan 3,66 juta liter BBM, dengan asumsi harga Pertamax Rp 12.300 per liter, penggunaan kendaraan listrik di periode tersebut dapat menghasilkan penghematan biaya energi sebesar Rp 33,3 miliar dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Dari data tersebut dapat menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat akan infrastruktur kendaraan yang ramah lingkungan.

Dari pengalaman pemudik yang menggunakan mobil listrik saat ditemui di Rest Area 379A Batang, untuk melakukan perjalanan mudik dari Cirebon menuju Semarang ia menyampaikan bahwa tahun pertamanya mudik menggunakan mobil listrik hanya mengeluarkan biaya Rp 55.000 untuk melakukan pengisian daya dengan jarak yang di tempuh Cirebon ke Semarang yaitu sekitar 228 km, dari yang biasanya menggunakan mobil berbahan bakar minyak (BBM), biaya yang di keluarkan bisa mencapai Rp 200.000 dengan jarak tempuh yang sama.  Hal ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) oleh PT PLN (Persero) UID Jawa Tengah, khususnya di jalur strategis mudik Lebaran 2026, memberikan dampak langsung bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.

Anggapan bahwa mobil listrik tidak mampu untuk menempuh perjalanan jauh semakin mudah dipatahkan. Karena dengan dukungan SPKLU, teknologi pengisian daya yang sudah fast charging, kabin kendaraan yang nyaman, infrastruktur yang mulai berkembang, dan strategi perjalanan yang matang, Electric Vehicle (EV) mulai masuk ke dalam daftar alternatif yang cocok untuk kendaraan mudik Lebaran.

Dalam konteks mobilitas yang besar seperti mudik, keberhasilan suatu perjalanan tidak hanya ditentukan oleh jenis kendaraan yang digunakan, namun juga kesiapan rute mudik yang akan dilalui, dan kebiasaan berkendara yang efisien. Mobil listrik kini telah memiliki bekal yang cukup untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan meyakinkan.

Tren kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat yang dibuktikan dengan data dari Korlantas Polri per Maret 2026, jumlah Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) telah mencapai 413.542 unit, yang terdiri dari 239.196 unit sepeda motor listrik, 172.242 unit mobil penumpang listrik, 871 unit mobil barang listrik, 722 unit bus listrik, dan 89 unit kendaraan khusus. Angka ini dapat mejadi bukti bahwa kendaraan listrik semakin menjadi pilihan masyarakat sebagai mobilitas sehari-hari, bukan hanya di perkotaan saja namun sebagai kendaraan yang digunakan untuk perjalanan jauh seperti mudik.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, mulai dari biaya perjalanan yang lebih hemat hingga dukungan infrastruktur pengisian daya yang semakin tersebar di berbagai wilayah, apakah Anda tertarik mencoba mudik menggunakan mobil listrik? Atau Anda masih memiliki keraguan, terutama terkait ketersediaan SPKLU, waktu pengisian daya, dan jarak tempuh kendaraan? Bagikan pendapat serta pengalaman Anda di kolom komentar. Apakah mobil listrik sudah siap untuk menjadi pilihan utama perjalanan mudik di Indonesia?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *